Sabtu, 22 Agustus 2009

Satu hari dalam Puasa

Hari ini hari pertama puasa.

Sepi.

Tapi aku bersumpah kepada Tuhan, aku gak akan mengeluh.
Untuk apa mengeluh atas sesuatu yg menjadi pilihan kita? Toh sekali kita melangkah, mestinya kita sudah tau konsekuensi apa yg melanda di depan mata, bukan?

Hmmmff, tetap saja, tanpa bisa aku cegah, setetes air mata mengalir saat aku meneguk tetes air pertama untuk membatalkan puasaku dalam diam. Tidak bermaksud mengeluh, namun tentunya pasti akan lebih indah jika berbuka bersama keluarga...

Anywaaay, sungguh, entah kenapa weekendku akhir-akhir ini begitu membosankan. Walaupun tentu saja aku masih melewatkannya dengan sahabat-sahabatku disini.
Tapi, ah..entahlah...marathon nonton-makan-karaoke-ngopi kini semakin lama semakin kehilangan greget. Apalagi sudah berapa weekend kali ini dia selalu memilih untuk pergi. Dan aku juga selalu memilih untuk diam, sesuai kapasitasku saat ini. Dan mungkin inilah yg membuat apapun yg kulakukan terasa salah di setiap weekend.

Tuhan, aku cuma ingin bersama dia. Walau hanya diam dalam peluknya.