Hari ini hari pertama puasa.
Sepi.
Tapi aku bersumpah kepada Tuhan, aku gak akan mengeluh.
Untuk apa mengeluh atas sesuatu yg menjadi pilihan kita? Toh sekali kita melangkah, mestinya kita sudah tau konsekuensi apa yg melanda di depan mata, bukan?
Hmmmff, tetap saja, tanpa bisa aku cegah, setetes air mata mengalir saat aku meneguk tetes air pertama untuk membatalkan puasaku dalam diam. Tidak bermaksud mengeluh, namun tentunya pasti akan lebih indah jika berbuka bersama keluarga...
Anywaaay, sungguh, entah kenapa weekendku akhir-akhir ini begitu membosankan. Walaupun tentu saja aku masih melewatkannya dengan sahabat-sahabatku disini.
Tapi, ah..entahlah...marathon nonton-makan-karaoke-ngopi kini semakin lama semakin kehilangan greget. Apalagi sudah berapa weekend kali ini dia selalu memilih untuk pergi. Dan aku juga selalu memilih untuk diam, sesuai kapasitasku saat ini. Dan mungkin inilah yg membuat apapun yg kulakukan terasa salah di setiap weekend.
Tuhan, aku cuma ingin bersama dia. Walau hanya diam dalam peluknya.
Sabtu, 22 Agustus 2009
Kamis, 09 Juli 2009
Kamis Ribet
Hari ini ribet banget di kantor. Apalagi yang tersisa cuma 3 orang staff plus 1 kabag.
Pagi ini begitu dateng langsung meriksa mejaku. Putusan kemaren masih ada yang belum diteken. Surat ke cabang masih ada yg kutinggalin aja kemaren. RKF dan RBB juga belum tersentuh. Ugh... Nyaris emosi begitu dengan nyolotnya si pemilik surat ngotot minta tanggapan. Well, okaaaay...I know it's my job, but I do have another joooob!! And have you ever heard about what comes first, also first ouuuut daaaghliiingg....
Sabar. Hfffff... Tarik nafas dalam-dalam... And heeeeyy...ini toh sudah hari Kamis. Besok kita mulai lagi ritual indah menyambut weekend...:)
Bosku juga gak seceria biasanya hari ini. Waktu meeting sama FO se Jakarta dengan tanpa rasa berdosa dia malah tertidur di samping sang big boss. Hahaha. Beda sama bosku yang dulu, yang kusuka dari si bos baru ini adalah keterusterangannya. Menyenangkan juga memperhatikan reaksi orang-orang atas sikapnya ini. Bisa jadi hiburan gak penting di kala jenuh melanda.
Meeting siang ini ditutup sama makan di restoran bernuansa Asia Timur di gedung kantorku. Baru aja nyadar, ternyata aku sangat terganggu dengan bau-bauan sea food ditambah pula dengan bentuk-bentuk aneh hewan yang entah mengapa biasa dipajang di restoran sejenis. Sungguh mengurangi selera makan, bahkan untuk anak kos seperti aku!
Pulang kantor, sambil matiin komputer terbayang-bayang indahnya kalau kaki ini melangkah pulang. Benar-benar pulang. Bukan ke kotak berukuran 3x4 m yang selalu menyambut dengan keheningan setiap kali aku mengucapkan salam, tapi pulang ke rumah.
Ah, entah kenapa sekilas bayangan itu memenuhi pikiranku lagi. Nadia kecil memanggil kakek dan neneknya, dan tersenyum damai begitu tahu bahwa mereka ada di sisinya. Sehembus angin menyadarkan aku. Jakarta masih sore. Dan begitu jauh dari rumah...
Pagi ini begitu dateng langsung meriksa mejaku. Putusan kemaren masih ada yang belum diteken. Surat ke cabang masih ada yg kutinggalin aja kemaren. RKF dan RBB juga belum tersentuh. Ugh... Nyaris emosi begitu dengan nyolotnya si pemilik surat ngotot minta tanggapan. Well, okaaaay...I know it's my job, but I do have another joooob!! And have you ever heard about what comes first, also first ouuuut daaaghliiingg....
Sabar. Hfffff... Tarik nafas dalam-dalam... And heeeeyy...ini toh sudah hari Kamis. Besok kita mulai lagi ritual indah menyambut weekend...:)
Bosku juga gak seceria biasanya hari ini. Waktu meeting sama FO se Jakarta dengan tanpa rasa berdosa dia malah tertidur di samping sang big boss. Hahaha. Beda sama bosku yang dulu, yang kusuka dari si bos baru ini adalah keterusterangannya. Menyenangkan juga memperhatikan reaksi orang-orang atas sikapnya ini. Bisa jadi hiburan gak penting di kala jenuh melanda.
Meeting siang ini ditutup sama makan di restoran bernuansa Asia Timur di gedung kantorku. Baru aja nyadar, ternyata aku sangat terganggu dengan bau-bauan sea food ditambah pula dengan bentuk-bentuk aneh hewan yang entah mengapa biasa dipajang di restoran sejenis. Sungguh mengurangi selera makan, bahkan untuk anak kos seperti aku!
Pulang kantor, sambil matiin komputer terbayang-bayang indahnya kalau kaki ini melangkah pulang. Benar-benar pulang. Bukan ke kotak berukuran 3x4 m yang selalu menyambut dengan keheningan setiap kali aku mengucapkan salam, tapi pulang ke rumah.
Ah, entah kenapa sekilas bayangan itu memenuhi pikiranku lagi. Nadia kecil memanggil kakek dan neneknya, dan tersenyum damai begitu tahu bahwa mereka ada di sisinya. Sehembus angin menyadarkan aku. Jakarta masih sore. Dan begitu jauh dari rumah...
Rabu, 08 Juli 2009
Pemilu tahun ini
8 Juli 2009
Hari ini Pemilu.
Dan aku melalui hari ini hanya dengan bergelung di atas ranjang, ditemani setumpuk komik dan selimut Mickey Mouse kesayanganku. Sempat juga melirik status hampir semua teman di fesbuk yang membanggakan tunainya kewajiban sebagai warga negara. Hmmm, selamat kalau begitu...
Bukan bermaksud apatis sebagai warga negara, tapi aslinya memang gak mau repot dengan segala birokrasi yang terkait dengan pendaftaran suara di luar daerah asal. Aku pribadi juga cukup merasa simpati dengan salah satu pasangan yang menurutku paling realistis. Tapi ya sudahlah...dengan atau tanpa suaraku toh nyaris gak ada bedanya kan, apalagi mengingat teman2 yang sudah memberikan suaranya...
Dan tiba-tiba sudah jam sembilan lagi...
Berlalulah satu hari libur ini. Besok kerja lagi deh...
Hoaaahhmm...
Selamat tidur Jakarta...
Hari ini Pemilu.
Dan aku melalui hari ini hanya dengan bergelung di atas ranjang, ditemani setumpuk komik dan selimut Mickey Mouse kesayanganku. Sempat juga melirik status hampir semua teman di fesbuk yang membanggakan tunainya kewajiban sebagai warga negara. Hmmm, selamat kalau begitu...
Bukan bermaksud apatis sebagai warga negara, tapi aslinya memang gak mau repot dengan segala birokrasi yang terkait dengan pendaftaran suara di luar daerah asal. Aku pribadi juga cukup merasa simpati dengan salah satu pasangan yang menurutku paling realistis. Tapi ya sudahlah...dengan atau tanpa suaraku toh nyaris gak ada bedanya kan, apalagi mengingat teman2 yang sudah memberikan suaranya...
Dan tiba-tiba sudah jam sembilan lagi...
Berlalulah satu hari libur ini. Besok kerja lagi deh...
Hoaaahhmm...
Selamat tidur Jakarta...
Langganan:
Komentar (Atom)